WHAT'S NEW?
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Beasiswa SMU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beasiswa SMU. Tampilkan semua postingan


Selain Beasiswa BCA yang menyasar para mahasiswa di Tanah Air, ada dua program lainnya yang kini juga sedang ditawarkan BCA. Program Pendidikan Akuntansi (PPA) Non Gelar dan Program Pendidikan Teknik Informasi (PPTI) Non Gelar. PPA dan PPTI dari BCA ini ditujukan bagi para lulusan SMA/sederajat yang berminat mengikuti program tersebut. 

Apa itu PPA BCA? Ini merupakan program non gelar yang ditujukan bagi lulusan SMA atau sederajat untuk mendalami pendidikan akuntansi yang diselenggarakan oleh BCA. Program PPA Non Gelar ini berlangsung selama 30 bulan dan menggunakan sistem gugur dengan standar kelulusan yang ketat. Selain kegiatan di kelas, siswa juga mengikuti on the job training di lingkungan BCA. Untuk mendaftar, pelamar dituntut memiliki prestasi akademik, namun memiliki kendala finansial. 

Para siswa yang mengikuti PPA Non Gelar nantinya akan mendapatkan pembekalan soft skill, seperti leadership, team work, pembentukan karakter, grooming, dan financial planning. Selain itu, selama pendidikan, peserta tidak dipungut biaya. Bahkan para siswa mendapatkan uang saku dan fasilitas berupa buku-buku pelajaran serta pemeriksaan kesehatan sesuai kebijakan perusahaan.

Program yang diluncurkan sejak 1996 ini didukung oleh staf pengajar berkualitas dari para profesional dan dosen dari universitas terkemuka di Indonesia.

Yang menarik, selepas mengikuti program tersebut, peserta diberi kesempatan untuk bekerja di BCA tanpa ikatan dinas. Misalnya, pada akhir 2015, peserta program PPA sebanyak 387 orang. Sebanyak 126 orang berhasil menyelesaikan program, dan 125 di antaranya memilih bergabung dengan BCA sebagai karyawan tetap. 

Sementara, PPTI BCA juga merupakan program non gelar yang ditujukan bagi lulusan SMA/sederajat yang memiliki prestasi akademik namun mengalami kendala finansial. BCA membuka program PPTI untuk mengimbangi peningkatan kebutuhan SDM dan perkembangan Teknologi Informatika (TI) di industri perbankan.

Seperti halnya PPA Non Gelar, Program PPTI Non Gelar juga berlangsung selama 30 bulan dan menggunakan sistem gugur dengan standar kelulusan yang ketat. Para peserta program ini tidak dipungut biaya, bahkan mereka mendapatkan uang saku dan fasilitas berupa buku-buku pelajaran serta pemeriksaan kesehatan sesuai kebijakan perusahaan.

Selain kegiatan di kelas, siswa juga berkesempatan magang di unit kerja Kantor Pusat BCA. Selanjutnya, setelah peserta menyelesaikan program ini, BCA akan memberikan penawaran kepada mereka untuk bekerja sebagai karyawan BCA, apabila perusahaan membutuhkan.

Persyaratan PPA/PPTI:
1. Warga negara Indonesia;
2. Lulusan SMA/SMK atau siswa/siswi SMA/SMK kelas III;
3. Usia maksimum 20 tahun ;
4. Rata-rata nilai rapor kelas I s/d III minimal 7,50;
5. Rata-rata nilai Matematika (SMA IPA,IPS) atau Nilai Produktif (khusus SMK) minimal 7,50 untuk PPA
6. Rata-rata nilai Matematika (SMA IPA dan SMK Teknik yang berkaitan dengan teknologi informasi) atau Nilai Produktif (SMK Teknik yang berkaitan dengan teknologi informasi) minimal 7,50 untuk PPTI
7. Tidak pernah tinggal kelas dari SD-SMA/SMK;
8. Tidak pernah terlibat narkoba dan pelanggaran hukum lainnya;
9. Lulus dalam proses seleksi.

Pendaftaran: 
Bagi Anda lulusan SMA atau sederajat yang berminat mengikuti program PPA dan PPTI BCA periode 2017 bisa melakukan pendaftaran secara online melalui formulir berikut: 


Pendaftaran online per kota akan ditutup selambat-lambatnya 2 minggu sebelum kegiatan psikotes dilakukan. Silakan lihat jadwalnya di bawah. Pengumuman hasil kelulusan bisa dilihat melalui laman karir.bca.co.id/informasi

Jadwal Psikotes Program PPA/PPTI BCA periode 2017:



Sumber: karir.bca.co.id


Kontak: 
Email: recruitment@bca.co.id
Web: karir.bca.co.id


Beasiswa Unggulan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) memiliki beragam variasi beasiswa. Selain Beasiswa Unggulan Bantuan Riset, Workshop, Pelatihan, dan Pagelaran. Yang satu ini tak kalah menariknya. Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi. Namanya kini lebih spesifik untuk membedakan Beasiswa Unggulan yang satu dengan lainnya. 

Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi ditujukan bagi siswa/mahasiswa berprestasi, guru berprestasi, peraih medali olimpiade internasional, juara tingkat nasional atau internasional bidang sains, teknologi, seni budaya, dan olahraga, pegawai/karyawan berprestasi yang mendapatkan persetujuan dan diusulkan oleh atasan, seniman, serta pegiat sosial. 

Pelamar yang berminat dapat memanfaatkan Beasiswa Unggulan Berprestasi untuk melanjutkan studi jenjang sarjana (S1), magister (S2), dan doktor (S3), di dalam maupun luar negeri. Yang menarik dari beasiswa ini, pelamar bisa berasal dari mahasiswa baru atau mahasiswa yang sedang menjalani perkuliahan (on going). Anda hanya perlu memastikan bahwa perguruan tinggi tujuan atau perguruan tinggi studi saat ini minimum terakreditasi B dan program studinya terakreditasi A. 

Beasiswa yang diberikan meliputi beberapa komponen. Jika studi Anda berlangsung di dalam negeri, beasiswa meliputi biaya pendidikan, biaya hidup, biaya penelitian, biaya buku, biaya wisuda, dan biaya asuransi. Sementara, jika studi berlangsung di luar negeri, beasiswa yang disediakan di antaranya biaya pendidikan, biaya hidup, biaya visa, biaya penelitian, biaya buku, biaya tunjangan kedatangan, biaya asuransi, serta biaya transport tujuan studi. Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi untuk S1, S2, dan S3 ini bisa dikategorikan beasiswa full yang sudah menanggung kebutuhan utama dari biaya studi. 

Prioritas bidang kajian: 
1. Manajemen Pendidikan
2. Kurikulum dan Pedadogi
3. Manajemen dan Kebijakan Pendidikan
4. Perfilman
5. Seni Pertunjukan
6. Seni Musik
7. Kebudayaan
8. Perpustakaan
9. Arkeologi (Permuseuman)
10. Teknologi Informasi,
11. Kebijakan Publik
12. Pariwisata
13. Industri Kreatif
14. Teknologi Pangan
15. MIPA
16. Serta bidang lain yang menjadi prioritas nasional

Persyaratan: 
Jenjang S1:
1. Pendaftaran melalui buonline.beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id 
2. Usia Maksimal 22 Tahun
3. Status Mahasiswa Baru/On-Going maksimal semester 3.
4. Akreditasi Program Studi A, minimal Perguruan Tinggi terakreditasi B
5. Nilai tujuan dalam negeri
   › Nilai rata - rata UN pendaftar baru minimal 8.0 (Sekolah Negeri atau Swasta).
   › IPS pendaftar On-Going minimal 3.00 (Perguruan Tinggi Negeri) atau 3.25 (Perguruan Tinggi Swasta)
6. Nilai tujuan luar negeri
   › Nilai rata - rata UN pendaftar baru minimal 8.5 (Sekolah Negeri atau Swasta).
   › IPS pendaftar On-Going minimal 3.25 (Perguruan Tinggi Negeri) atau 3.50 (Perguruan Tinggi Swasta)
7. Kemampuan Bahasa tujuan dalam negeri TOEFL minimal 450 atau IELTS 5.0
8. Kemampuan Bahasa tujuan luar negeri TOEFL minimal 500 atau IELTS 5.5

Jenjang S2: 
1. Pendaftaran melalui buonline.beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id 
2. Usia Maksimal 32 Tahun.
3. Status Mahasiswa Baru/On-Going maksimal semester 3.
4. Akreditasi Program Studi A, minimal Perguruan Tinggi terakreditasi B.
5. Nilai tujuan dalam negeri
   › IPK pendaftar Baru minimal 3.00 (Perguruan Tinggi Negeri) atau 3.25 (Perguruan Tinggi Swasta)
   › IPS pendaftar On-Going minimal 3.00 (Perguruan Tinggi Negeri) atau 3.25 (Perguruan Tinggi Swasta)
6. Nilai tujuan luar negeri
   › IPK pendaftar Baru minimal 3.25 (Perguruan Tinggi Negeri) atau 3.50 (Perguruan Tinggi Swasta)
   › IPS pendaftar On-Going minimal 3.25 (Perguruan Tinggi Negeri) atau 3.50 (Perguruan Tinggi Swasta)
7. Kemampuan Bahasa tujuan dalam negeri TOEFL minimal 450 atau IELTS 5.0
8. Kemampuan Bahasa tujuan luar negeri TOEFL minimal 500 atau IELTS 5.5

Jenjang S3: 
1. Pendaftaran melalui buonline.beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id 
2. Usia Maksimal 37 Tahun.
3. Status Mahasiswa Baru/On-Going maksimal semester 3.
4. Akreditasi Program Studi A, minimal Perguruan Tinggi terakreditasi B.
5. Nilai tujuan dalam negeri
   › IPK pendaftar Baru minimal 3.00 (Perguruan Tinggi Negeri) atau 3.25 (Perguruan Tinggi Swasta)
   › IPS pendaftar On-Going minimal 3.00 (Perguruan Tinggi Negeri) atau 3.25 (Perguruan Tinggi Swasta)
6. Nilai tujuan luar negeri
   › IPK pendaftar Baru minimal 3.25 (Perguruan Tinggi Negeri) atau 3.50 (Perguruan Tinggi Swasta)
   › IPS pendaftar On-Going minimal 3.25 (Perguruan Tinggi Negeri) atau 3.50 (Perguruan Tinggi Swasta)
7. Kemampuan Bahasa tujuan dalam negeri TOEFL minimal 450 atau IELTS 5.0
8. Kemampuan Bahasa tujuan luar negeri TOEFL minimal 500 atau IELTS 5.5

Dokumen aplikasi: 
1. Surat penerimaan di perguruan tinggi (LoA Unconditional)
2. Ijazah dan Transkrip nilai pendidikan terakhir
3. Kartu Tanda Mahasiswa dan Kartu Hasil Studi bagi mahasiswa On-Going
4. File proposal rencana studi (alasan mengambil prodi yang dipilih dan rencana tugas akhir)
5. KK/KTP/Passport
6. Surat rekomendasi dari institusi terkait (Perguruan Tinggi asal atau tujuan)

Pendaftaran: 
Pelamar yang berminat bisa mengajukan Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi untuk jenjang S1, S2, dan S3 secara online. 

Lakukan pendaftaran di laman: buonline.beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id

Berikutnya unggah dokumen aplikasi beasiswa yang diminta sesuai tertera. Pendaftaran Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi 2016 dibagi dalam dua batch. Untuk batch 1 sudah ditutup 31 Mei 2016. Saat ini pendaftaran dibuka untuk batch 2 yang dimulai 27 Juni – 31 Agustus 2016. 

Seleksi meliputi seleksi administrasi dan wawancara. Pendaftar yang telah mengajukan usulan beasiswa secara online dilakukan validasi dan verifikasi oleh Biro PKLN untuk dinyatakan lulus seleksi administrasi.

Seleksi wawancara dan validasi peserta yang lulus seleksi pendaftaran online akan mengikuti seleksi wawancara dan diwajibkan membawa seluruh data asli sesuai dengan data yang digunakan saat pendaftaran online.

Pengumuman hasil seleksi administrasi disampaikan 30 September 2016. Pengumuman hasil seleksi wawancara akan diberitahukan kemudian. Pengumuman hasil seleksi yang lulus akan diberitahukan melalui email atau SMS kepada masing - masing peserta. Bagi yang tidak lulus dapat melihat status kelulusannya pada akun masing - masing.

Kontak: 
Sekretariat Beasiswa Unggulan
Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri 
Sekretariat Jenderal Kemendikbud
Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta 10270 
Telp. 021-5711144 (ext. 2616)
www.beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id
Email: beasiswa.unggulan@kemdikbud.go.id



International Leaders in Education Program (ILEP). Setiap tahun ditawarkan dan memberi kesempatan bagi para guru SMP/SMA/sederajat di Tanah Air untuk mengikuti perkuliahan selama satu semester di universitas AS. Beasiswa ILEP 2016 ini juga mencakup pelatihan intensif mengenai metodologi, rencana pembelajaran, strategi mengajar, penggunaan komputer dan internet, termasuk bagaimana mengolah kata dan menggunakan alat bantu mengajar. Beasiswa guru SMP/SMA/sederajat ini berlangsung sekitar lima bulan yang dimulai Januari 2017. 

ILEP merupakan beasiswa yang disediakan Biro Pendidikan dan Kebudayaan Departemen Luar Negeri AS melalui International Research & Exchanges Board (IREX), organisasi non profit yang berbasis di Washington, DC.

Tidak hanya pelatihan intensif dan perkuliahan selama satu semester pada program akademik di universitas AS. Penerima beasiswa IELP juga akan magang di sekolah menengah di AS dan berinteraksi secara aktif dengan guru dan siswa.

Beasiswa yang diperoleh di antaranya mencakup pembekalan sebelum keberangkatan yang dilaksanakan di Indonesia, tiket pesawat PP Indonesia-Amerika Serikat, orientasi kedatangan di Washington, DC, biaya program akademik, tempat tinggal, asuransi kesehatan dan kecelakaan, serta uang saku harian untuk makan dan ongkos selama menjalani perkuliahan di universitas.

Selain itu diberikan pula laptop, buku/tunjangan pengembangan profesional, mengikuti seminar penutupan di Washington, DC, tunjangan bagasi, dan kesempatan mengajukan bantuan hibah kolaboratif dengan kolega yang ada di AS.

Persyaratan:
1. Guru SMP/SMA/sederajat yang mengajar bidang bahasa Inggris, ilmu sosial (IPS), pendidikan kewarganegaraan (PKn), matematika, serta sains (IPA).
2. Memiliki pengalaman mengajar 5 tahun atau lebih
3. Warganegara Indonesia
4. Mampu menulis dan berbahasa Inggris dibuktikan dengan skor minimum ITP TOEFL 500, IBT TOEFL 60/61, atau IELTS yang setara



Pendaftaran:
Pengajuan beasiswa guru SMP/SMA/sederajat 2016 dari IREX dapat dilakukan dengan dua cara. Pilih salah satu.

Cara pertama, Kirimkan dokumen aplikasi berikut melalui kantor AMINEF: 1. Formulir aplikasi (unduh)
2. Satu halaman Statement of Purpose yang ditulis dengan jelas
3. Curriculum Vitae
4. Mengisi dua formulir rekomendasi serta formulir dukungan institusi
5. Copy kartu identitas (KTP atau paspor)
6. Copy skor TOEFL/IELTS

Kirimkan dokumen aplikasi lengkap tersebut ke alamat:
AMINEF OFFICE
Intiland Tower, 11th Floor
Jl. Jend. Sudirman 32,
Jakarta 10220



Cara kedua, mengajukan aplikasi online:
Jika memilih mendaftar dengan cara kedua, pelamar mengajukan aplikasi beasiswa ILEP secara online di website IREX: http://oas.irex.org/ilep

Buatlah akun terlebih dahulu di website tersebut, kemudian isi formulir serta unggah dokumen aplikasi (format Pdf) yang diminta berikut:
1. Dua surat rekomendasi dan dukungan institusi (formulir bisa diunduh pada aplikasi online)
2. Identitas diri (KTP atau paspor)
3. Ijazah dan transkrip
4. Skor TOEFL/IELTS
5. Curriculum vitae


Pengajuan beasiswa tersebut paling lambat 15 April 2016. 



Untuk informasi lebih lanjut mengenai beasiswa ILEP 2016 dapat disampaikan melalui email: infofulbright_ind@aminef.or.id atau cek melalui website Aminef (www.aminef.or.id). Selamat mencoba!

- See more at: http://www.beasiswapascasarjana.com/2016/02/beasiswa-guru-smpsmasederajat.html?utm_source=feedburner&utm_medium=email&utm_campaign=Feed%3A+beasiswapascasarjana%2FbPcI+%28Beasiswa+Pascasarjana%29#sthash.z0OfX9WO.dpuf