WHAT'S NEW?
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Air Terjun Sri Gethuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Air Terjun Sri Gethuk. Tampilkan semua postingan

Bermula dari habisnya masa kontrak domain saya yang lama (yovieitem.web.id) dan sedikit masalah pada setup domain yang menyebabkan blog ini tidak bisa dibuka jika hanya mengetikkan alamat (yovieitem.web.id) blog baru bisa dibuka jika menambahkan “www”.

untuk mengatasi hal ini saya coba mencari ilmu dengan jalan bertannya dengan mbah google. hasilnya adalah untuk konfigurasi tersebut bisa dilakukan melalui CNAME dengan menambahkan IP address tertentu. celakanya berhubung domain yang saya miliki adalah domain lokal (indonesia) yang dari sananya tidak disertai fitur Control DNS.

karena hal inilah setelah dua tiga kali berfikir dan berkonsultasi dengan sales & support idwebhost ahirnya saya memutuskan untuk membeli domain baru dengan akhiran “net”

perlu beberapa tahap konfigurasi yang  sampai domain ini dapat dipakai, terlebih saat ini google menerapkan verivikasi kepemilikan domain, hal ini yang cukup merepotkan.

akhirnya saya mentok dan terpaksa meminta tolong sales & support idwebhost  untuk konfigurasinya.

dan selang beberapa jam, akhirnya domain baru sudah live…

alhamdulillah …

IMG_0630IMG_0632IMG_0636IMG_0657IMG_0645

Destinasi wisata ini terletak di Kecamatan Tawang Mangu, Kebupaten Karanganyar.

Tarif masuk ketempat wisata ini Rp. 18.000 buka 7 hari dalam seminggu. (08.00-16.00)

Idul Fitri (06.00-18.00)

Pesonanya yang luar biasa dan penataan pengelolaan yang baik menjadikan tempat ini salahsatu destinasi wisata favorit di solo. tempat ini kurang lebih berjarak 37 km dari solo.

Menurut informasi, tinggi Air terjun ini sekitar 81 meter, tentu sangat jauh berbeda dengan air terjun sri gethuk Smile with tongue out. ditempat ini selain menikmati pemandangan air terjun, terdapat pula fasilitas lain seperti Kolam Renang anak-anak dan dewasa, Arum jeram, duta playground, flayingfox, arena outbond dan kereta pohon. nah salah satu hal unik ditempat ini anda akan dengan sangat mudah menemui puluhan monyet yang dengan cueknya berada disekitar wisatawan, biasanya monyet-monyet ini mengincar makanan yang dibawa oleh wisatawan jadi harap berhati-hati bila membawa makanan. untuk mencapai air terjun, anda harus menapaki 1250 Anak tangga, ini jumlah anak tangga yang harus anda lewati (naik dan turun) belum termasuk anak tangga lain bila anda jalan-jalan keliling komplek tempat wisata ini. tapi jangan khawatir kehausan ataupun kelaparan, karena ditempat ini tersedia banyak sekali warung-warung makanan baik yang permanen maupun model kaki lima (lesehan). salah satu jenis makanan yang wajib dicicipi adalah Sate Kelinci, harga perporsinya murah kok, cuman selisih beberapa ribu dari sate ayam, tapi rasanya benar-benar nyesssss Thumbs up.

bagi anda yang suka fotografi tempat ini cocok sekali untuk hunting foto, sebab pemandangan kaki daerah kaki gunungnya menawarkan banyak sekali spot-spot foto yang bagus, cuman ketika saya ketempat ini saya tidak menemukan ada yang sedang foto prewedding disini Open-mouthed smile.

Air Terjun Grojogan sewu ( seribu air terjun) saya masih sangsi dengan penamaan tempat ini sebab sepenglihatan saya, air terjun yang besarnya cuma satu Hot smile. berada di kawasan hutan lindung dengan luas +- 20 Ha, karena berada dikawasan hutan lindung maka suasananyapun benar-benar seperti dihutan (kan memang hutan Smile with tongue out) nah untuk anda yang berencana berkunjung ketempat ini datanglah diatas pukul 9 pagi, sebab jika terlalu pagi saya khawatir badan anda tidak kuat karena kawasan ini benar-benar dingiiiiinnnnn… dan jangan lupa bawa jaket…

nah selain berbagaimacam fasilitas tadi dikawasan ini juga ditawarkan fasilitas jalan-jalan naik kuda, tarifnya saya ngak nanya cuman sayangnya naik kudanya bukan turun kebawah (air terjun), katanya ngak ada jalannya buat kuda turun, andai bisa turun naik kuda kan bisa menghemat kalori Hot smile.

IMG_0390IMG_0386IMG_0389

Masih didaerah Gunung Kidul, selepas dari pantai dengan petunjuk GPS, kami meluncur ke lokasi, awalnya saya agak malas ke air terjun ini sebab merujuk pada opini pemandu di Goa Pindul lokasi ini tidak begitu menarik (kurang Greget), tapi karena saya lihat posisinya sejalur dengan arah pulang ke Jogja dan hanya +- 10 km masuk kedalam dari jalan utama Jogja-Wonosari maka sayapun memutuskan tetap kesana.

dari jalan utama perjalanan ke objek wisata ini lancar saja sampai pada akhirnya kami memasuki daerah perkampungan dan mulai menemui jalan berbatu yang rusak-rusak, teman saya berucap, “yakin nih jalannya, kok jalannya rusak-rusak gini”, saya pun menjawab “yakin ah, kata GPS bener ini kok jalurnya, lurus aj udah deket”. keraguan kembali muncul ketika kami sampai pada persimpangan dipersawahan (kebun jagung) yang jalannya hanya jalan kecil dan tidak beraspal. sampai dititik ini saya kembali cek GPS, dan kami berada pada posisi yang tepat, memang di layar garis jalanya cukup tipis yang menandakan bahwa ini bukan jalan besar (jalan desa). berhubung meragukan setelah sedikit ngobrol2 kami memutuskan tidak melanjutkan perjalanan (alias balik) namun baru saja balik beberapa puluh meter, kami bertemu Mobil berplat B menuju arah yang sama, feeling saya pasti niorang mau ketempat yang sama. kamipun berbalik dan membuntuti dari belakang, tidak jauh mobil itu berhenti dan kamipun mencoba memepet, dan ternyata kami feeling saya benar, mobil tadi juga ingin ke air terjun sri gethuk, dengan PDnya karena merasa ada teman kamipun tancap gas mendahului… dan untuk ketiga kalinya kami terhenti.. penyebabnya jalan yang berbatu bercampur tanah lumpur, medan ini tentu tidak cocok untuk kendaraan matic (kebetulan kami pakai matic)

dalam hati kepalang tanggung, di GPS tertera tinggal 500 m lagi, kamipun melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menyusuri areal kebun warga, setelah berjalan beberapa ratus meter saya bertemu warga, untuk memastikan sayapun bertanya apakah ini jalan yang benar menuju air terjun srigethuk, beliau menjawab benar, maka kamipun melanjutkan perjalanan, tidak berapa lama suara arus air pun terdengar, menyusuri jalan menurutn berbatu dan agak becek kami menemukan sungai kecil berbatu (gambar 1) yang ternyata ujungnya adalah ke sungai besar, nah berhubung sungai tadi berada diatas dan sungai besarnya ada dibawah maka air dari sungai tadipun jatuh kebawah (terjun). dan ternyata inilah yang dinamakan Air Terjun Sri Gethuk… oh my good.. saya mengelus dada Hot smile. ternyata kata pemandu digoa pindul benar tempat ini (tidak terlalu recommended Smile with tongue out). namun bukan itu yang membuat kami tertawa… ternyata setelah meyebrangi sungai ini dan mencoba mendekat ke tebing tempat jatuhnya air (air terjun) kami bertemu dengan beberapa pengunjung lain.. saya bingung Angel.. mereka lewat mana ?????

iseng saya nanya dengan salahsatu dari mereka dan anda pasti tau jawabnnya, saya masuknya dari pintu masuk wkwkwkwkwkkwkw

ternyata jalur yang kami gunakan salah wkwkwkwkw asli saya tertawa benar-benar tertawa wkwkwk

ternyata objek wisata ini baru saja dikelola dan mungkin baru saja dibuatkan jalannya yang lebih mudah dicapai, dan sialnya jalur tersebut belum masuk di peta yang saya gunakan (kebetulan saya menggunakan peta dari Navigasi.net tak papa saya tidak kecewa. saya malah berterimakasih karena hal ini kami punya pengalaman menggelikan, dan saya rasa bukan cuma kami yang mengalami hal lucu dan menantang seperti ini. paling tidak kami berhasil menikmati air terjun ini + petualangannya tanpa biaya sepeserpun (karena tidak lewat pintu masuk) Confused smile.

untuk kesekiankalinya dalam hidup saya, ternyata kita memang tidak boleh meremehkan “warning” otak kita tentang suatu tindakan yang akan kita ambil. agak mundur kebelakang, sebelum menujuobjek ini saya merasa agak aneh dengan posisi objek ini yang dipeta tertera berdekatan dengan sungai besar, dalam hati saya kok bisa air terjun dekat sungai wkwkwkw ternyata itu “warning pertama dari otak saya” warning kedua, sebelum ke Goa pindul saya melihat Petunjuk arah ke tempat ini, namun posisinya sebelum memasuki kota, nah awalnya ada terbesit pikiran untuk mengikuti petujuk arah itu saja, namun karena sudah percaya dengan GPS dan sekilas saya lihat jalur arteri yang dilewati sama maka sayapun memutuskan untuk menggunakan GPS saja dan akhirnya… anda tau sendiri lah..

tapi bagaimanapun juga… Air Terjun Sri Gethuk telah membirakan suatu pengalaman yang luar biasa…