WHAT'S NEW?
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Krisis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Krisis. Tampilkan semua postingan

 

Honda-CBR1000RR-04IMG_20120406_143107avto0087

Tolong jangan bahas kealayan judul posingan kali ini Open-mouthed smile, karena saya berani menggaransi bahwa saya sudah keluar dari zona alay Hot smile.

oke let’s back to topic, rasanya saya pernah menulis disalah satu postingan bahwa “memilih” adalah sebuah proses yang tidak pernah mudah. contoh simplenya memilih baju yang dipakai sebelum nge-date (buat cewek yah) hehehe. bebapa waktu yang lalu saya sempat jalan-jalan ke medsos dan berhasil mencuri sedikit ilmu, bagaimana cara memilih sebuah produk, yang pada akhirnya akan kita beli. ilmu ini berlaku untuk banyak hal yah, mulai dari memilih Kendaraan, Laptop, Ponsel, Pakaian dan lain sebagainya yang kita beli. ingat yang kita beli, jangan sampai ada kejadian ilmu ini dipakai untuk milih jodoh yah Open-mouthed smile Open-mouthed smile bisa kacau dunia Devil Sick smile..

oke ada 3 hal yang harus diperhatikan ketika memilih suatu produk yaitu : (1) Budged (2) Kebutuhan (3) Keinginan.

ketika hal tersebut harap jangan dibalik. karena itu disusun untuk kita-kita yang memang punya budged tipissssssssss…..

sedangkan untuk ente kalangan profesional yang tidak suka foya-foya maka rulenya menjadi : (1) Kebutuhan (2) budged (3) keinginan

dan terakhir, buat kaum yang puya uang sekarung, dan apartemen dimana-mana maka rulenya boleh saja menjadi (1) Keiginan (2)kebutuhan (3) Budged

 

anda bebas menggunakan aturan manapun, sesuaikan dengan kondisi sosial ekonomi anda. biar jelas kita paparkan sedikit point by point.

  1. (Budged) pembatasan terhadap jumlah $$ yang anda alokasikan untuk meminang benda idaman, ini sangat penting kalau anda tidak ingin mendadak “kere”. sejujurnya tidak ada batasan dalam budgeting, batasannya adalah “anda” (kemampuan keuangan anda). dan bagaimana rencana hidup anda kedepan, pendeknya hanya anda yang tau berapa besar budged anda untuk …..
  2. (Kebutuhan) seringkali banyak dari kita (mungkin termasuk saya Hot smile) yang kurang jujur, kejujuran adalah inti dari point dua. tanpa kejujuran anda hanya akan mereka-reka kebutuhan bahkan tidak jarang menganggap keiginan sebagai kebutuhan. kebutuhan berarti apa yang ada benar-benar butuhkan.
  3. (Keinginan) jujur saja, sebagian besar besar “barang” yang kita beli berasal dari sebuah keinginan yang menyatu dengan harapan, semakin kuat keinginan maka semakin besar pula kemungkinan untuk “membeli”, namun sayangnya kadang kita tidak menginginkan sesuatu yang kita butuhkan sehingga satu dua kali keinginan bersekongkol dengan kebutuhan sehingga menjadi suatu dorongan yang sangat kuat yang pada akhirnaya dapat saja menjebol “budged”. masalahnya adalah ketika yang kita beli ternyata hal yang tidak kita butuhkan maka ujung-ujungnya “barang” tersebut hanya akan menajadi sesuatu yang mubazir. tak bermanfaat, bahkan bisa saja tidak digunakan. ini yang berusaha dihindari.

so.. terserah kepada anda, memilih pendekatan yang mana, sesuaikan dengan isi kantong belakang masing-masing Open-mouthed smile

Ada gula ada semut, saya rasa kalimat itu bukanlah kalimat aneh, bahkan sudah melanglang buana sampai ke negeri seberang Princess. kalimat terakhir mungkin agak berlebihan  Winking smile.

kali ini saya ingin sedikit bercerita, cerita tentang semut. semut yang sedari dulu katanya suka sama yang manis-manis. sedari dulu pula saya tak pernah berperang dengan semut se ekstrim sekarang, dulu saya hanya khawatir diganggu semut bila saya menyimpan makanan yang manis-manis seperti masakan yang manis, permen, susu dll. tapi itu cerita lama mungkin seiring waktu dunia persemutan juga semakin canggih, kebutuhan mereka juga tidak cuma yang manis-manis, itu lah yang ada dibenak saya Angel.

sudah beberapa bulan ini saya kewalahan dengan semut, hewan kecil nan imut ini seolah mengganggu saya tanpa henti, tidak hanya toples gula saya saja yang diserang semut (saya lebih suka menggunakan kata “serang” karena saat ini saya menobatkan semut sebagai musuh saya Devil). air mineral yang biasa saya konsumsi tidak luput jadi sasaran mereka, bahkan nasi saya sudah jadi langganan sehingga setiap sebelum makan sesi dua, saya sibuk dengan ritual mengusir semut, teng.teng.teng saya pukulkan penutup panci agar koloni semut itu segera pergi . satu dua kali berhasil, tapi tak jarang mereka tetap berada dipanci saya.. ujung-ujungnya saya pula yang repot karena tidak semua nasi bisa dimakan.

saya berfikir, bahkan pernah update status mengenai hal ini, uniknya ditempat lain juga terjadi hal yang sama, menurut adik saya, ini ada hubungannya dengan air yang habis dikunsumsi manusia, namun sayangnya saya belum mencari apalagi membaca hasil penelitian tentang ini Eye rolling smile.

mungkinkah selera semut bergeser...

mungkinkah mereka sudah bosan dengan gula sehingga mencari makanan sampingan lain seperti nasi …

sejujurnya saya pun masih ragu apakah imajinasi saya tentang koloni semut yang semakin moderen itu nyata.

secara ilmiah tentu perlu pembuktian lebih jauh.

namun ketika melihat semut-semut ramai merubungi nasi saya… bahkan gelas air mineral (putih) …

saya yakin pasti ada sesuatu yang salah ….

mungkin suatu saat akan ada yang berucap “ada air ada semut” Eye rolling smile

                                                                                                                                    *pikir lagi ….. Eye rolling smile Eye rolling smile Eye rolling smileEye rolling smileEye rolling smileEye rolling smileEye rolling smileEye rolling smile