WHAT'S NEW?
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Lulusan Terbaik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lulusan Terbaik. Tampilkan semua postingan

CPNS 2014 hampir tiba :D

direncanakan dilakukan secara online, sejak proses pengusulan, pengumuman
formasi, pendaftaran, proses seleksi, sampai pengumuman hasil.
Karena full online penting kiranya untuk memahami alur proses pendaftaran agar
tidak salah langkah.

Berikut ini alamat web penting yang berhubungan secara langsung dengan
proses seleksi CPNS 2014

INFO Pendaftaran CPNS 2014 (info umum, alur, formasi,form pendaftaran online)
www.panselnas.menpan.go.id

Formulir pendaftaran online
https://regpanselnas.menpan.go.id

setelah terdaftar anda bisa mengupload data diri,berkas, foto dll di
www.sscn.bkn.go.id

informasi terkini tentang formasi CPNS secara nasional bisa dilihat disini
www.formasi2.menpan.go.id

formasi per kabupaten juga bisa anda lihat disini
https://panselnas.menpan.go.id/index.php/form-2/13-daerah/provinsi/kabkota/

Kali ini saya coba membandingkan dua Brand Android yang cukup terkemuka,
bukan dari segi kwalitas produk maupun performa, saya akan mencoba menuliskan perbandingan keduanya dari sisi kemudahan untuk di update
(Upgrade,Downgrade,root dkk)

seperti yang kita ketahui ponsel android cukup tersohor salah satunya karena OS android sangat bisa diotak-atik, didunia Android,
OS android yang sudah siap di pasang di ponsel/tablet lazim disebut ROM, secara umum ROM terbagi menjadi dua yaitu ROM resmi buatan developer ponsel (samsung,sony,htc,huawei dll)
serta Custom ROm yang merupakan racikan developer tidak resmi.

memang compare kali ini sejujurnya agak kurang seimbang sebab status kedua merek berbeda, Samsung biasa melempar produk dengan status UNLOCKED BOOTLOADER
yang artinya ponsel samsung secara dafault sudah siap dan bisa menerima karnel android tidak resmi sedangkan ponsel sony dijual dalam kondisi LOCKED BOOTLOADER ini berarti ponsel sony tidak dapat
menerima karnel tidak resmi (selain dari sony) jika dipaksa maka ponsel bisa brick (mati) namun sony tetap menyediakan opsi UNLOCK BOOTLOADER namun dengan catatan GARANSI HILANG
oh ya karnel itu sistem inti android yg mengatur segala hal yg berkaitan dgn perangkat keras.

untuk menginstall ROM/Custom ROM diperlukan beberapa tools (alat-alat) seperti Komputer (wajib), kabel data, serta program aplikasi yang sesuai.

oke mari kita compare satu persatu, bagaimana proses oprek disamsung dan sony, dimulai dari tools yang dibutuhkan untuk mengistall ROM/Custom ROM

1.1. Tools untuk Install ROM resmi
- Samsung
Komputer, kabel data, software ODIN, Driver Ponsel
- SONY
Komputer, Kabel data, Software Flashtools, Driver Ponsel

terlihat, meskipun sama-sama android, device samsung dan sony menggunakan software yang berbeda sebagai media untuk memasukkan ROM Resmi

1.2. Tools untuk install custum ROM
Disemua ponsel android, CWM adalah software standart yang digunakan sebagai jalan / alat untuk menginstall custom ROM.
CWM dapat dipanggil dengan cara menekan kombinasi tombol tertentu diponsel android. ada beragam cara memasukkan CWM ke ponsel android, setiap device punya cara yang berbeda.

-Samsung
CWM diinstall via ODIN, update CWM dapat diinstall via CWM
-SONY
Ponsel harus sudah di UNLOCK, dan CWM hanya bisa diinstall via Flashtools

Simpulan untuk Update / downgrade software resmi relatif sama-sama mudah, namun dalam kasus tertentu dimana ROM samsung terpecah-pecah maka pdate ROM Resmi disamsung saya rasa agak sedikit lebih ribet dan beresiko.
sedangkan untuk CUSTOM ROM, proses disamsung relatif lebih mudah, karena tidak memerlukan Unlock. sedangkan untuk proses install CWM saya rasa sama-sama cukup mudah.

2. ROOT
-Samsung
Dapat dilakukan via CWM atau dengan aplikasi super one click
SONY
-Dapat dilakukan via CWM atau via ADB

untuk urusan root, meskipun terlihat sama-sama mudah, namun prakteknya prosesnya di Ponsel SONY lebih sulit, hal ini karena status Ponsel SONY yang LOCKED

3. GARANSI
-Samsung
selama ponsel masih meggunakan ROM Resmi dan dalam keadaan UNROOT (belum di root) maka maka ponsel tetap tergaransi.
-SONY
Semua ponsel sony yang sudah di UNLOCK BOOTLOADERnya dinyatakan garansi hangus, uniknya proses UNLOCK BOOTLOADER resmi hanya bisa dilakukan secara online yg berarti IMEI ponsel sudah tercatat di pihak sony.

Soal garansi samsung menang mas bro, karena semua ponsel android yg sudah di ROOT pasti masih bisa di UNROOT, namun untk ponsel yg sudah di UNLOCK, jarang bisa di LOCK lagi, kalaupun bisa nomor IMEI kan sudah terdata di sony yang artinya HAK garansi anda tidak dapat dikembalikan lagi,
memang ada metode UNLOCK di sony tanpa kehilangan garansi, tetapi karena main jumpur (Hardware) maka hal ini dinilai terlalu beresiko.

4. Ketersediyaan Update
Sony dan samsung masih terbilang pelit untuk update software, paling banter 2 versi android diatasnya itupun untuk ponsel seri menengah keatas. sedangkan untuk update CUSTOM ROM prinsipnya cuma 1 semakin banyak pengguna seri tersebut maka kemungkinan semakin ramai UPDATE CUSTOMnya.

5. DOWNGRADE
Update berarti memperbaharui (naik versi) misalnya dari android 2.3.1 ke 2.3.2
sedangkan downgrade menurunkan versi android ke bawah (lebih rendah) misalnya dari 4.1.2 ke 4.0.1

DOWNGRADE
-Samsung
untuk ROM resmi dapat dilakukan dengan cara biasa via software ODIN
untuk CUSTUM ROM, jika turun versi maka harus terlabih dahulu dikembalikan (install) ROM resmi Samsung, baru kemudian install CWM dan Install Custum ROM.
-SONY
untuk ROM resmi dapat dilakukan dengan cara biasa via software flashtool
untuk custum ROM, bisa dilakukan dengan terlebih dahulu mengganti karnel android dengan versi android yang seharusnya, misalnya downgrade dari ICS ke GB maka ganti ke karel GB dulu.
namun dalam beberapa kasus jika menggunakan karnel universal yang support kedua ROM (ROM yang baru atau versi dibawahnya) maka ganti karnel tidak perlu dilakukan.

untuk urusan DOWNGRADE saya rasa SOny menang dikit lah, karena relatif tidak ribet dan tidak perlu buang waktu dengan harus kembali ke ROM Standart (asli) pabrikan dulu.
-----------------------------------------------------------------------

Tolong disimpulan sendiri yah....
kenapa saya mencoba menuliska compare dua brand ini, tidak lain karena dua brand ini sudah saya coba dan sudah saya pastikan bahwa tools yg digunakan oleh satu brand android (samsung) selalu sama meskipun serinya beda.
ini juga sekaligus wahana berbagi, sebab cara update disetiap brand android pasti beda-beda, apalagi yang brand cina tambah mumet, namun prinsipnya sama, custom rom biasanya selalu pake CWM.

Selamat mengupdate

scaledguruhonor-guruguru-honorer-tuntut-cpns-majalahkomunitas

Apa yang anda pikirkan ketika mendengar frasa Guru Honorer ?

-demo menuhin senayan
-gaji kecil
-masa depan suram
-minggu makan senin puasa :-)

Itu mungkin hanya sebagian saja dari sekian banyak kalimat yang dapat mewakili kondisi guru honorer.(mohon maaf jika terkesan lebay) Tulisan kali mencoba sedikit menyampaikan bagaimana nasib guru honorer berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara tidak resmi. Open-mouthed smile

Berdasarkan pengamatan Secara umum kasta guru di sekolah formal dapat saya paparkan sebagai berikut.
-Guru Negri
-Guru Yayasan
-Guru Kontrak
-Guru Honorer

Yang digaris miring artinya tidak ada di sekolah negeri.

Guru honorer menempati posisi terendah berdasarkan gaji bulanan yang diterima sebagai guru dari satu sekolah. Saya lebih memilih untuk tidak membicarakan guru honor yang mengajar di lebih dari satu sekolah(karna ini sudah beda, guru yang mengajar di banyak sekolah biasanya menggunakan pola dibayar/jam)

Hasil survei didaerah saya, gaji guru honorer terendah 300000 tertinggi 800000, dengan rata-rata gaji 500.000.

Jika berpatokan pada gaji rata-rata, maka gaji guru honorer hanya sebesar 35,7% dari besaran UMP kabupaten saya. Cukup miris bukan, apalagi jika dibandingkan dengan gaji pokok pns golongan IIIa.

Yang menarik adalah beban kerja guru honorer di kebanyakan sekolah sama besar dengan beban kerja guru lain (pns,kontrak,yayasan) hal ini membuat status "honorer" menjadi semakin rendah.

Mengapa harus ada guru honorer?
Kenapa tidak semua guru di pnskan atau dikontrak an saja ?
Alasannya tidak lain adalah keterbatasan anggaran.

Dengan adanya kebijakan pemerintah pusat (menpan,menkeu) yang menetapkan penerimaan PNS harus zero growth.
Artinya penerimaan PNS setiap tahun tidak boleh lebih besar dari angka PNS yang pensiun.

Disisi lain pemerintah daerah juga mengatakan memiliki keterbatasan anggaran, sehingga penerimaan guru kontrak hanya untuk daerah khusus / untuk guru kwalifikasi khusus.

Sekolah berbasis yayasan pun alasannya sama.
Maka jurus pamungkas adalah menggunakan dana BOS untuk merekrut guru.

Seperti yang diketahui bersama ada aturan/batasan pada penggunaan dana BOS untuk membayar guru honorer dimana dibatasi hanya boleh maksimal 20% dari total anggaran.
Inilah salah satu hal yang membuat "pasaran" gaji guru honorer tidak kunjung membaik :'(

Disisi lain semenjak dunia politik ramai "menyanyikan" lagu pendidikan gratis, secara tidak langsung memicu rendahnya partisipasi "masyarakat" untuk ikut serta urun rembuk memajukan dunia pendidikan.(dibahas dipostingan berikutnya) Sehingga praktis sumber pendanaan sekolah hanya berasal dari dana BOS.

Secara umum memang ada dua pola pembayaran guru honor.
-pola fix rate / bulan
-pola jam ngajar

Data yang saya paparkan diatas adalah data untuk pola nomor 1, yang banyak diterapkan di jenjang sekolah dasar sekaligus sebagai titik fokus tulisan saya.

Kondisi guru honorer yang cukup memprihatinkan dimana dimedia massa sering digambarkan honor guru honorer tidak lebih besar dari karyawan pabrik, sungguh miris terutama bila “kita” masih sepakat bahwa Pedidikan adalah salah satu lini terpenting yang menentukan nasib bangsa 10-15 tahun kedepan.

mari kita hitung secara detail bagaimana penghargaan sekolah terhadap guru honorer. karena “show” guru ada batasan jam (waktu) maka kita hitung berdasarkan kewajiban tatapmuka guru.

jika berpatokan pada kewajiban jam minimal kewajiban ngajar adalah 24 jam / minggu maka guru dengan gaji 500.000/bulan maka perjam pelajaran dihargai Rp. 50208, ini jam minimal mas bro, namun dilapangan kenyataanya guru honorer disekolah dasar negeri kadang (tidak semua) justru mendapat beban yang cukup besar (lebih dari 24 jam pelajaran /minggu.

Gaji guru honorer yang rendah secara tidak langsung juga membuat peningkatan kwalitas pendidikan di sekolah menjadi melambat atau bahkan terhambat. Mengapa ? dengan besara gaji yang ditawarkan hanya berkisar antara 300-800 ribu/bulan ini tentu saja menghambat datangnya lulusan-lulusan terbaik dari universitas-universitas kesekolah-sekolah yang kekurangan guru.

saya menjumpai beberapa temen seangkatan di FKIP lebih memilih untuk “blusukan” mencari nafkah ke jalur lain dengan alasan karena “gaji guru honorer kecil”.

teman yang seperti ini ada banyak kalo dihitung cuma dengan jari tangan dan kaki saya jamin kurang. sebagian ada yang blusukan diperbankan, ada yang bisnis sendiri, bahkan lucunya ada yang lebih memilih jadi kuli bangunan dari pada menghonor jadi guru, memang ada beberapa yang memilih hengkang dari jalur surga (guru) karena alasan passsion (salah jurusan) tapi kebanyakan alasannya ya cuma satu “gaji kecil”, bahkan teman saya ada yang sempat bilang, pi, “Idealis itu harus, tapi tetap harus realistis”. kalo ngak “cukup” ngak bisa dipaksa, setelah dipikir betul juga omongan dia.

yang paling menarik adalah kebanyakan dari teman-teman saya tersebut adalah mahasiswa-mahasiwi yang punya “prestasi”, bahkan ada yang merupakan lulusan terbaik diangkatan saya.

lalu siapa yang mengisi guru honorer? setau saya guru honorer sebagian diisi oleh tamatan SMU sederajat yang kita tau kompetensinya dibawah standart pendidikan, sebagian lagi diisi oleh lulusan FKIP yang tidak punya pilihan lain, sebagian lagi disi oleh guru-guru yang punya stok 7 nyawa Open-mouthed smile yang cukup mengkhawatirkan adalah karena tidak adanya lulusan FKIP yang bersedia jadi guru honor, membuat sekolah kadang kala terpaksa merekrut lulusan SLTA sederajat untuk mengisi kekosongan, menurut saya hal ini memang kondisi “simalakama”.

yang membuat semakin miris adalah ternyata masih sangat banyak sekolah yang kekurangan guru.

sebagai contoh, menurut standar pelayanan minimum (SPM) kalau tidak salah sekolah dasar idealnya terdiri dari 1 kepala sekolah, 6 guru kelas dan 3 guru bidang studi (Agama,PJOK, SBK) sehingga totalnya = 10 Guru.

yang terjadi dilapangan ??

Digugus saya jumlah guru yang bernaung di 9 sekolah negeri hanya +- 60 orang (termasuk kepala sekolah) maka jika dirata rata setiap sekolah hanya terdiri dari 6-7 orang guru (termasuk kepsek). sehigga jika dihitung jumlah guru di gugus kami hanya memenuhi 67% standart ideal SPM. nah yang unik lagi hampir setengah dari jumlah guru digugus saya diisi oleh guru-guru Non PNS. (honor dan kontak) saya lupa jumlah realnya.

perntanyaanya adalah bagaimana mungkin kita bisa mengharapkan kwalitas Output pendidikan yang “standart ” apalagi “maksimal” bila komponen pendidiknya hampir 50%nya adalah guru tidak tetap dengan penghasilan “PAS” dan atau bahkan sebagian darinya (50% guru non pns) tersebut) belum memenuhi kwalifikasi pendidikan minimum S1 FKIP. (terget pemerintah tahun 2013)

Bukan maksud mencibir status guru tidak tetap, tetapi dengan kondisi penerimaan (penghasilan) mereka maka terlalu “horor” kita dapat mengharapkan mereka bekerja maksimal. meskipun kadangkala dilapangan guru honor sering kali lebih cakap dan rajin dari guru tetap.

dan apa loe tega memporsis guru dengan penghasilan “pas” untuk memberikan segala dayanya untuk kemajuan pendidikan, untuk jangka waktu tertentu sebagian besar individu mungkin bersedia dengan alasan (pengabdian) tapi pendidikan adalah tanggung jawab bersama, sehingga sangat tidak tepat bila “guru honor” diberi beban lebih.

menyoal tentang standart pendidikan  minimum saya cendrung tidak mau berpijak pada opini A, opini B yang kadang mencibir kadang sarjana pun belum tentu lebih baik dari diploma/smu. hal tersebut merupakan ranah pribadi yang tak elok untuk diperdebatkan. bagimanapun juga semakin tinggi pendidikan semakin banyak pula pengalaman serta semakin terbuka pemahaman dan itu tentu jauh lebih baik dari ….

sekarang, apakah “kita” (saya, anda-anda dan pemerintah) mau benar-benar memperbaiki kondisi pendidikan saat ini?

semoga saja pendidikan semakin baik, semoga …

dan seperti biasanya mantra orang indonesia “Doain aj ya”.

 

tulisan ini hanya mencoba meanganalisis bagaimana “pengaruh guru honorer” terhadap pendidikan kita, dan bagaimana seharusnya kita memperlakukan mereka”.

 

*disadur dari berbagai sumber

*gambar from google