WHAT'S NEW?
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Visit Jateng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Visit Jateng. Tampilkan semua postingan

Screenshot_2013-03-10-11-17-17Screenshot_2013-03-10-11-23-33Screenshot_2013-03-10-11-23-45Screenshot_2013-03-10-11-24-08Screenshot_2013-03-10-11-17-39Screenshot_2013-03-10-11-19-37Screenshot_2013-03-10-11-21-38

Akhirnya kesampaian juga untuk nge review software yang satu ini.

Navitel adalah salah satu dari sekian banyak software navigasi (pemandu arah) yang ada di Android. salah satu kelebihannya adalah Navitel menggunakan peta offline, sehingga ketika digunakan praktis kita tidak membutuhkan koneksi internet. kelebihan lain mengapa saya menggunakan software ini yakni tidak lain adalah karena navitel sudah bisa menggunakan peta milik navigasi.net

perlu diketahui, bagi yang belum tau hehe

navigasi.net adalah penyedia peta indonesia yang paling update.

navigasi.net berbasis komunitas, hal inilah yang menyebabkan peta di navigasi.net selalu diperbaharui.

sebagai catatan saya sudah mencoba menggunakan peta tersebut untuk jalan-jalan di 3 kota yakni, semarang, jogja dan solo, alhamdulillah lacar.

 

nah pada dasarnya navitel bisa digunakan di semua jenis perangkat berbasis android yang memiliki fitur GPS. pada perangkat yang tidak ada GPSnya navitel masih bisa diintall tapi cuma bisa untuk liat peta doang, ngak bisa untuk memandu arah.

OK. tahap instalasi Navitel + peta dari navigas.net sebagai berikut :

1. Install dulu aplikasi navitel di perangkat android anda, bisa di download di PLAYSTORE atau cari di google. tapi aplikasinya jangan  dibuka dulu

2. Download peta terbaru dari http://navigasi.net, perhatikan, jangan sampai salah pilih, pastika peta yang anda pilih adalah peta untuk aplikasi NAVITEL.

3. klik 2x file yg didownlod tadi untuk mengektrak isinya. ikuti tahapannya sampai selesai. biasanya hasil ekstrak ada di “c:\myMaps\navigasi\Navitel”

4. copy semua file yang ada di folder NAVITEL (biasanya file berekstensi “nm2” ke memory eksternal perangkat  android anda pada folder “NavitelConten\Maps”

5. Kembali ke perangkat android buka aplikasi, pilih bahasa, kemudian biarkan aplikasi mendata/mendeteksi peta yang baru anda copy.

6. Navitel siap digunakan.

 

berikut ini penjelasan beberapa menu yang ada di aplikasi navitel :

  1. find, berfungsi menemukan tempat-tempat menarik (POI) biasanya diurutkan dari yang terdekat dihitung dari kordinat tempat anda berada atau titik kordinat yang anda tentukan.
  2. berisi map(peta), dashbord(halaman untuk melihat beberapa informasi seperti kecepatan kendaraan),Weather (informasi cuaca *membutuhkan koneksi internet), satelit (untuk memantau status koneksi satelit GPS)
  3. pada bagian setting anda bisa mengatur kembali beberapa hal seperti bahasa, regional, bahasa pemandu yang paling penting adalah pada bagian “navigation” . disitu ada bagian vehince atau jenis kendaraan, jika anda memilih car / motor cycle maka ketika anda bernavigasi navitel hanya memberikan opsi pada jalan-jalan utama yang mampu dilewati mobil (jalan besar) jalan yang sempit (gang) tidak akan dimasukkan didalam jalur meskipun jika melawati jalan tersebut rutenya bisa lebih pendek.
  4. bagian lain yang harus diatur adalah route setting, pada bagian route style anda bisa mengatur pola perhitungan jarak, apakah ingin jalan yang cepat (quick), atau jalur terpendek (short).

sebagaimana yang saya tulis diatas, aplikasi ini sangat berguna ketika anda berpergian kesuatu tempat yang belum pernah anda kunjungi, karena peta yang digunaka navitel adalah peta offline maka aplikasi ini hampir bisa digunakan disemua wilayah meskipun tempat tersebut tidak ada koneksi internet. pengalaman saya ketika jalan-jalan seringkali karena saking banyaknya manusia maka jaringan internet GSM hampir tidak bisa diandalkan, sehingga aplikai peta online seperti google map, praktis tidak bisa berbicara.

ketika menggunakan navitel, tidak akan ada cerita kita bingung muter-muter nyari POM bensin, bingung nyari pasar, bingung nyari objek wisata, karena semuanya lengkap, hampir semua tempat menarik sudah terdata, untuk tempat-tempat yang tidak lazim, seperti rumah teman, navitel mengijikan kita memberi tanda/menyimpan kordinat tersebut, sehingga ketika kita ingin kembali ketempat tersebut kita tidak perlu lagi mencari.

hebatnya navitel dapat menghitung estimasi jarak dari kordinat tempat kita berada ke tempat tujuan, bahkan tidak hanya jarak, waktu tempuhnya pun bisa dihitung (ditampilkan), dengan hanya mengkil GO TO kita dapat sampai ke lokasi yang kita inginkan, menurut saya ini benar-benar sebuah teknologi yang luar biasa, sangat bermanfaat berkat GPS dan apikasi seperti navitel serta petanya tidak ada lagi cerita jalan-jalan bawa kompas dan lembara-lembaran peta, bahkan kita tidak perlu repot bertanya pada pak polisi ataupun penjual toko kelontong ketika ingin menuju ke suatu tempat.

untuk traveler yang menggunakan kendaraan bermotor roda 2, tentu akan kesulitan menggunakan navitel sebab tidak mungkin terus menerus harus melihat ke layar ponsel/tablet, solusinya di navite sudah ada fitur voice navigation (panduan dengan suara) cukup pasang handsfree semua beresss. tingkat errornya juga sangat kecil, intensitas suara pemandu dapat diatur di menu setting/navigation/gudance , disitu ada guidence prompt. untuk suara pemandu memang secara default bahasa inggris, tapi sekarang suda tersedia suara berbahasa indonesia yang bisa anda cari di google atau hubungi saya via email or comment.

satu-satunya kekurangan ketika menggunakan aplikasi navigasi adalah kita harus sedia batre. karena ketika bernavigasi dan GPS selalu dalam posisi ON, maka konsumsi batre pasti boros saran saya bawalah batre cadangan (jika anda menggunakan ponsel) atau ketika bernavigasi, pastikan perangkat anda dalam kondisi offline (pesawat terbang) ini bisa sedikit membatu menghemat batre.

Selamat bernavigasi

IMG_0028IMG_0008IMG_0014IMG_0026

Ini merupakan Postingan Penutup dari 17 postingan sebelumnya yang kesemuanya berisi tentang review destinasi wisata yang ada di Semarang, Jogja dan Solo. ketiga tempat tersebut saya jadikan sebagai starting point menuju tempat-tempat wisata yang telah direncanakan. namun diantara ketiganya jogjalah yang terpilih sebagai starting point terlama karena lokasinya yang strategis dan menawarkan puluhan destinasi wisata menarik.

Jogja, siapa yang tidak mengenal Jogja, ada beragam jenis pelafalan tentang kota ini, mulai dari Yogyakarta, Jogja, sampai Yogya, ketika ditanya mana yang benar… hmmmmm saya tidak ambil pusing, apalaah arti sebuah nama, dilafalkan seperti apapaun, Jogja, tetaplan Jogja, kota dengan Seribu pesona. Secara administratif ada dua Jogja, yakni Kota Yogyakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta. yang terakhir merupakan sebutan untuk sebuah daerah dengan level setingkat Provinsi. DIY kalau tidak salah terdiri dari 1 Kota dan 4 Kabupaten. nah kebetulan saya nangkring di Kota Jogjanya (kota Gudeng) yang punya tagline wisata “Jogja Never Ending ASIA”. sebuah tagline yang sempurna Hot smile.

Jogja terkenal dengan Kawasan Malioboro yang hampir tidak pernah padam Thumbs up. Siang dimalioboro, punya suasana yang khas, begitu pula ketika dimalam hari. Angkringan adalah model kaki lima yang jamak sekali di Kota ini, salah satu makanan dan minuman yang terkenal adalah Sego Kucing dan Kopi Joss.

Jogja disebut-sebut sebagai destinasi wisata ke dua terbanyak dikunjungi oleh wisatawan setelah bali, maka tak heran, ketika musim liburan (sudah saya buktikan) Jogja penuh dengan wisatawan baik lokal maupun asing, bagi anda yang ingin ngetes kemampuan bahasa inggris, rasanya tidak sulit menemukan “musuk” praktek yang asli dikota ini Hot smile.

kekuatan Jogja ada pada kekentalan budaya jawa, ini daya tarik yang luar biasa, khususnya bagi selain orang jawa, terlepas dari mulai merosotnya kecintaan budaya akibat pengaruh buruk globalisasi, saya tentu tetap berdoa, tagline Jogja tidak akan berubah selamanya.

“Jogja Never Ending Asia”

berbekal pengalaman selama beberapa hari “nangkring” dikota ini, saya memberanikan menulis beberapa pendapat pribadi tentang suasana maupun berbagai hal yang ada di Jogja.

mudah-mudahan beberahal berikut, dapat menjadi sebuah informasi kecil yang bermanfaat, khususnya bagi calon wisatawan yang hendak “nangkring” dijogja.

  • Pusat Keramaian Jogja ada disepanjang Jalan Malioboro sampai alun-alun kraton Jogjakarta.
  • Jalan Malioboro mempesona dimalam hari, namun agak semrawut disiang hari (jika tidak mau dibilang kumuh) sebab Gerobak pedagang kaki lima tidak semuanya disimpan (disembunyikan)
  • Angkutan umum dijogja jumlahnya terbatas dan beroperasi hanya sampai jam 4 maksimal jam 5, kecuali Trans Jogja yang beroperasi sampai jam 8/9 malam.
  • Tarif transjogja Rp.3000 rupiah sekali jalan (jauh dekat sama)
  • Tidak semua destinasi wisata yang ada / dekat jogja dilalui oleh kendaraan umum, sehingga sangat disarankan anda membawa kendaraan pribadi.
  • Menyewa Mobil / Sepeda Motor bisa jadi alternatif yang tepat untuk menjelajahi Jogja.
  • Sewa mobil di jogja jarang yang mau lepas Kunci tarif sewa mobil berkisar antara 400 – 800 rb/12 jam termasuk supir
  • Sewa sepeda motor dan sepeda ontel antara 40-70 rb/24 jam, khusus motor biasanya diharuskan menyetor uang jaminan berkisar antara 2jtan/kendaraan.
  • Rental Mobil dan Motor atau Speda tersebar hampir disetiap sudut kota, bahkan beberapa Hotel menyediakan sewa kendaraan.
  • dimusim liburan, Menyewa Sepeda motor lbh praktis dari pada mobil, sebab potensi terjebak macetnya lebih besar Mobil.
  • Jalan malioboro adalah jalan Satu Jalur.
  • Gudeng ternyata adalah Makanan Khas yang tidak enak (pendapat pribadi)
  • menu yang ditawarkan warung makan disepanjang tempat wisata biasanya sama persis.
  • Persaingan bisnis di Jogja dan sekitarnya cukup sengit, Jadi jangan heran bila anda dipanggil-panggil hanya untuk ditawari segelas Es Kelapa Muda Open-mouthed smile.
  • Harga baju termurah adalah Rp. 12500
  • Hampir semua tukang becak dijogja menawarkan jasa ketempat tertentu dan diakhiri dengan berbelanja oleh-oleh dan kaos dengan tarif 5000, tukang becak tersebut mendapat komisi dari barang-barang yang anda beli di toko tersebut, meskipun ada yang menyatakan harga barangnya sama, namun secara pribadi saya merasa harganya overprice Smile with tongue out (harga dinaikkan untuk komisi tukang becak)
  • Bakpia Pathuk banyak jenisnya, pada dasarnya tidak ada yang asli, yang asli adalah yang paling duluan muncul Smile with tongue out
  • Menawar dengan bahasa jawa kadang-kadang membantu menurunkan harga barang.
  • Mall ambarukmo besar, namun tata letaknya agak membingungkan Hot smile
  • Pasang bringharjo adalah pasar yang agak kumuh dari luar tetapi sangat bersih dan luas didalam dan cukup lengkap.
  • Jangan takut kehabisan Hotel, sebab satu Gang di Jogja bisa berisi 9 hotel/losmen dengan harga yang ramah dikantong.
  • Jangan terlalu percaya layanan hotel (laudri dan sewa kendaraan) karena biasanya harganya dimarkup besar-besaran.
  • tarif hotel pada saat weekend dan liburan naik 100%
  • Kopi jos bisa anda temui dengan mudah didekat stasiun tugu.
  • Menu masakan diwarung lesehan sepanjang jalan malioboro saat malam hari rata-rata tidak enak dan agak mahal. Kecuali didaerah stasiun.
  • Haram hukumnya menghidupkan mesin motor didalam gang Thumbs up
  • beberapa layanan laundri di malioboro ternyata masih jadul, kebanyakan masih mengandalkan sinar matahari .saya tidak menemukan layanan yang benar-benar kilat. mungkin karena harganya murah.
  • K24 adalah swalayan yang buka 24 jam.
  • Tarif Ojek payung 5000
  • bertanyalah dengan orang yang tepat dan jika tidak bisa bahasa jawa, usahakan hindari bertanya dengan tukang becak Surprised smile
  • beberapa tukang becal mahir bahasa asing, jadi jangan heran.Thumbs up
  • Bawalah GPS dan Peta terbaru, ini bakal sangat membantu.
  • Jaringan ponsel di sepanjang malioboro pada saat liburan overcapacity.
  • Malam Minggu adalah malam yang paling tepat untuk menikmati indahnya Malioboro, Jika beruntung anda akan menemukan pentas kesenian jalanan.Thumbs up

oke itu saja yang perlu saya tulis, jika nanti ada yang terlupa, bakal diupdate dikemudian hari,

IMG_0630IMG_0632IMG_0636IMG_0657IMG_0645

Destinasi wisata ini terletak di Kecamatan Tawang Mangu, Kebupaten Karanganyar.

Tarif masuk ketempat wisata ini Rp. 18.000 buka 7 hari dalam seminggu. (08.00-16.00)

Idul Fitri (06.00-18.00)

Pesonanya yang luar biasa dan penataan pengelolaan yang baik menjadikan tempat ini salahsatu destinasi wisata favorit di solo. tempat ini kurang lebih berjarak 37 km dari solo.

Menurut informasi, tinggi Air terjun ini sekitar 81 meter, tentu sangat jauh berbeda dengan air terjun sri gethuk Smile with tongue out. ditempat ini selain menikmati pemandangan air terjun, terdapat pula fasilitas lain seperti Kolam Renang anak-anak dan dewasa, Arum jeram, duta playground, flayingfox, arena outbond dan kereta pohon. nah salah satu hal unik ditempat ini anda akan dengan sangat mudah menemui puluhan monyet yang dengan cueknya berada disekitar wisatawan, biasanya monyet-monyet ini mengincar makanan yang dibawa oleh wisatawan jadi harap berhati-hati bila membawa makanan. untuk mencapai air terjun, anda harus menapaki 1250 Anak tangga, ini jumlah anak tangga yang harus anda lewati (naik dan turun) belum termasuk anak tangga lain bila anda jalan-jalan keliling komplek tempat wisata ini. tapi jangan khawatir kehausan ataupun kelaparan, karena ditempat ini tersedia banyak sekali warung-warung makanan baik yang permanen maupun model kaki lima (lesehan). salah satu jenis makanan yang wajib dicicipi adalah Sate Kelinci, harga perporsinya murah kok, cuman selisih beberapa ribu dari sate ayam, tapi rasanya benar-benar nyesssss Thumbs up.

bagi anda yang suka fotografi tempat ini cocok sekali untuk hunting foto, sebab pemandangan kaki daerah kaki gunungnya menawarkan banyak sekali spot-spot foto yang bagus, cuman ketika saya ketempat ini saya tidak menemukan ada yang sedang foto prewedding disini Open-mouthed smile.

Air Terjun Grojogan sewu ( seribu air terjun) saya masih sangsi dengan penamaan tempat ini sebab sepenglihatan saya, air terjun yang besarnya cuma satu Hot smile. berada di kawasan hutan lindung dengan luas +- 20 Ha, karena berada dikawasan hutan lindung maka suasananyapun benar-benar seperti dihutan (kan memang hutan Smile with tongue out) nah untuk anda yang berencana berkunjung ketempat ini datanglah diatas pukul 9 pagi, sebab jika terlalu pagi saya khawatir badan anda tidak kuat karena kawasan ini benar-benar dingiiiiinnnnn… dan jangan lupa bawa jaket…

nah selain berbagaimacam fasilitas tadi dikawasan ini juga ditawarkan fasilitas jalan-jalan naik kuda, tarifnya saya ngak nanya cuman sayangnya naik kudanya bukan turun kebawah (air terjun), katanya ngak ada jalannya buat kuda turun, andai bisa turun naik kuda kan bisa menghemat kalori Hot smile.

IMG_0516IMG_0430IMG_0412

Benteng Vredeburh swerrrrrrrrrrrr susah bener melafalkannya ane yakin ini peninggalan belanda Smile with tongue out

Benteng ini berada di dekat Kawasan NOL Kilometer Kota Yogyakarta, mudah dijangkau dan murah Hot smile. biaya masuknya cuma, saya tidak yakin, rasanya cuma 3000 aj deh agak lupa saya.

sesuai namanya ini adalah Benteng, namun sekarang difungsikan sebagai Museum. memasuki kawasan ini anda akan disambut oleh area parkir yang luas dan jembatan yang menyebrangi sungai yang asik disungai ini ada air mancurnya tapi cuman yang sebelah kanan yang kondisinya masih bagus, yang kiri agak macet.

nah seperti layaknya museum, memasuki tempat ini ngak boleh ribut yah, disini ada 4 ruang Deorama, semuanya ber AC, jadi buat yang ngak tahan AC harap pakai Jaket. setiap ruangan bercerita tentang hal yang berbeda-beda, informasi disetiap ruangan juga lengkap loh karena disediakan komputer berlayar sentuh, dari situ wisatawan bisa mengakses informasi dengan lebih detil dan lengkap. kawasan benteng ini cukup luas dan asri, saat saya kesana, kebetulan di taman sedang ada sesi pemotretan untuk acara prewedding… jadi bukan cuma ratu boko aja yah yang bisa buat foto prewed.

ditempat ini anda akan menjumpai banyak peninggalan sejarah yang beragam, salah satu hal yang menarik adalah replika Baju Goni (Gambar Tengah) lengkap beserta dengan tempat nasi dan tempat airnya, sekilas memang baju (perlengkapan ini) unik namun saya tidak dapat membayangkan bagaimana menderitanya pejuang-penjuang kita yang dulu memakai baju ini… sungguh saya ngak kuat membayangkannya…

Museum Benteng ini bisa jadi alternatif Wisata Otak bersama keluarga dan sangat direkomendasikan untuk dikunjungi oleh rombongan pelajar.

nah asiknya dipintu belakang Kawasan ini, langsung terhubung dengan salah satu pintu “taman pintar” apa sih isinya taman pintar, bisa anda baca di postingan berikutnya.

IMG_20130102_152708IMG_20130102_154850IMG_20130102_154920IMG_20130102_160512

Museum Jogja Kembali atau yang lebih akrab dikenal dengan Monjali terletak dijalan Lingkar Utara, tepat berada dibelakang Taman Lampion. Dari kejauhan anda akan melihat krucut berwarna putih, ya Monjali memang khas dengan warna putih.

Keberadaan Taman Lampion yang berada tepat didepan Gedung Monjali menurut saya punya nilai plus, sebab keduanya dalam benak saya akan saling mempromosikan, dimana orang yang bertujuan mengunjungi Taman Lampion otomatis bakal tau Monjali dan sebaliknya, seperti apa yang terajadi pada saya, awalnya saya tidak tau apa itu Taman Lampion setelah ke monjali eh jadi tau, padahal tujuan saya Monjali, bukan Taman Lampion. oh ya tiket masuk ke lokasi ini cuma Rp.5000/orang

Oke Gedung Utama Monjali berbentuk Krucut dengan alas berbentuk persegi, berada ditengah-tengah komplek dan dikelilingi oleh kolam buatan.

Gedung ini terdiri dari 3 lantai, Lantai Dasar bisa diakses dari pintu sebelah Kanan dan Kiri, sedangkan Lantai 2-3 dapat diakses dari pintu depan. lucunya lantai 2 dan 3 dihubungkan dengan lift, yang jadi pertanyaan saya kenapa tidak semua lantai dihubungkan dengan lift ???????? mungkin yang desain lupa Hot smile.

Secara umum, Gedung Monjali didedikasikan untuk mengenang kembali jasa-jasa pahlawan pada Pristiwa 6 jam di Jogjakarta (serangan umum 1 maret), nah didepan gedung ini, ada tembok besar yang bertuliskan berpuluh-puluh nama pahlawan tersebut.

dilantai dasar gedung ini anda akan menemukan berbagaimacam  perahu, tandu, ranjang, perabotan rumah peninggalan para pejuang, sampai dengan senjata jaman doelo, dilantai dua ada deorama perjuangan dijogja sedangkan lantai 3 merupakan lantai kosong berbentuk lingkaran, disana ada tulisan Alm, Mbah Harto pada saat meresmikan Gedung ini, disini anda juga akan menemukan tiang bendera yang cukup tinggi, lantai 3 sebetulnya didedikasikan sebagai Ruang Hening guna mengingat kembali jasa-jasa para pejuang.

saat ini seperti yang saya amati, kawasan gedung monjadli disulap menjadi sebuah kawasan wisata kota, kolah buatan yang mengelilingi gedung monjadi dimanfaatkan untuk rekreasi air dimana disini saya menemukan bebek-bebekan yang disewakan, area kosong (teras/halaman) berkramik yang mengelilingi monjali juga dimanfaatkan sebagai arena bermain anak-anak dimana disini ada beberapa stand penyewaan kendaraan mainan berbatre. hal unik lain ditempat ini disekeliling gedung menghadap ke kolam buatan disediakan tempat untuk duduk-duduk dan berbaring seperti layaknya dipantai. sayangnya pada saat kesana (kami kesana sekitar pukul 3.30) hanya ada 1 – 2 stand penyewaan dan makanan yang buka. mungkin jadwal bukanya malam, nah sedangkan taman lampion yang ada didepan komplek monjali sepertinya memang bukanya malam sebab kalau siang, lampunya kagak kelihatan hehehe

IMG_0586IMG_0589IMG_0617IMG_20130102_142523IMG_20130102_143107IMG_20130102_142833IMG_0601 IMG_0621

Letak taman dari sebetulnya tidak terlalu jauh dari Komplek Kraton Jogjakarta, tapi kalau jalan kaki kayaknya bakal berpotensi bengkak-bengkak hehe bagi anda yang tidak bawa kendaraan pribadi sebaiknya dari Kraton ke Taman Sari naik becak saja tarifnya Rp.5000.

Pada mulanya pada Masa Sultan Hamengkubuowo I (Pangeran Mangkubumi) Taman Sari dibangun untuk menghormati jasa istri-istri sultan yang telah banyak membantu selama masa peperangan. Desain dan pembangunan ini dikerjakan oleh Demak Tegis (Arsitek berkebangsaan  Portugis) dan Bupati Madiun.

Ketika anda memasuki kawasan Kolam tepat disisi kiri kolam, terdapat menara panggung, menurut sumber yang terpercaya, melalui menara panggung inilah sultan biasa menyaksikan tarian-tarian yang berada dibawah, menara ini terdiri atas 3 tingkat, dimana masing-masing lantai dihubungkan dengan tangga kayu, ketika saya kesana kondisi tangga sebagian sudah agak rapuh (goyang-goyang).

tepat berada dibawah menara ada ruangan-ruangan yang inik disalah satu  ruangan (pojok) terdapat ranjang yang menyatu dengan bangunan, nah saat saya kesana diatas ranjangnya (menurut saya ini ranjang yah) ada sejenis sesajen (kayaknya sesajen) atau mungkin untuk mengusir nyamuk yah Open-mouthed smile.

tepat berada dibelakang (dibelakang atau disamping yah Open-mouthed smile, pokoknya disitu deh Hot smile) anda dapat menjumpai kolam lain yang dulunya khusus untuk keluarga raja saja. dari sisi desain memang nampaknya agak lebih premium sih bentuknyapun tidak terlalu besar,

Kolam pemandian di Kawasan Taman Sari ini terbagi menjadi 3 yakni Umbul Kawitan (Kolam untuk putra dan Putri raja), Umbul Pamuncar (kolam untuk para selir) dan umbul panguras (kolam khusus untuk raja. ( bisa anda liat sendiri digambar). tebakan saya, kolam yang terakhir itu khusus untuk Raja.

ane ngak bisa banyain suasana di kawasan ini 200 tahun yang lalu pasti seeeeegerrrrrrrrrr hehehheh soalnya airnya kan masih sangat jernih Smile with tongue out.

sayangnya kawasan ini saya rasa agak kurang bersih, tembok-temboknnya pada kusem… ane ngak tau ini kesengajaan supaya tetap seperti dulu ketika kawasan ini masih dipakai atau memang karena kurang perawatan, tapi logikanya dulu waktu tempat ini masih dipakai ngak mungkinkan temboknya pada kusem Open-mouthed smile.

tapi tetaplah ini sebuah peninggalan sejarah yang tidak boleh tidak dikunjungi….