WHAT'S NEW?
Loading...
Tampilkan postingan dengan label anak layangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak layangan. Tampilkan semua postingan

Masih ingat dengan Ayah Edy (http://ayahkita.blogspot.com/)

Beliau menshare CD parenting dalam bentuk digital.

CD tersebut dapat di download di

https://onedrive.live.com/?cid=3a914018e2d83d92&id=3A914018E2D83D92%21131

atau

untuk versi yang ukurannya lebih kecil dapat di download disini

https://m.box.com/shared_item/https%3A%2F%2Fapp.box.com%2Fradiosmartfm/browse/160463199



Mereka bertanya! anak-anak dengan dunianya memiliki kepolosan tersendiri, mereka berimajinasi tanpa batas, tanpa ada rasa takut, tanpa ada rasa malu, kadang dari mulut mereka yang mungil  terlontar pertanyaan-pertanyaan cerdas. yang kadangkala terlewatkan oleh kita, yang menganggap diri sudah dewasa!

Apa saja yang mereka tanyakan? let see
(note:Beberapa pertanyaan di koreksi ulang disesuikan dengan bahasa orang dewasa)


  • Untuk apa Allah menciptakan banyak planet, kalau toh hanya bumi yang dapat di diami?




1. Jika melihat anakmu menangis, jangan buang waktu untuk mendiamkannya. Coba tunjuk burung atau awan di atas langit agar ia melihatnya, ia akan terdiam. Karena psikologis manusia saat menangis, adalah menunduk.
2. Jika ingin anak-anakmu berhenti bermain, jangan berkata: “Ayo, sudah mainnya, stop sekarang!”. Tapi katakan kepada mereka: “Mainnya 5 menit lagi yaaa”. Kemudian ingatkan kembali: “Dua menit lagi yaaa”. Kemudian barulah katakan: “Ayo, waktu main sudah habis”. Mereka akan berhenti bermain.
3. Jika engkau berada di hadapan sekumpulan anak-anak dalam sebuah tempat, yang mereka berisik dan gaduh, dan engkau ingin memperingatkan mereka, maka katakanlah: “Ayoo.. Siapa yang mau mendengar cerita saya, angkat tangannya..”. Salah seorang akan mengangkat tangan, kemudian disusul dengan anak-anak yang lain, dan semuanya akan diam.
4. Katakan kepada anak-anak menjelang tidur: “Ayo tidur sayang.. besok pagi kan kita sholat subuh”, maka perhatian mereka akan selalu ke akhirat. Jangan berkata: “Ayo tidur, besok kan sekolah”, akhirnya mereka tidak sholat subuh karena perhatiannya adalah dunia.
5. Nikmati masa kecil anak-anakmu, karena waktu akan berlalu sangat cepat. Kepolosan dan kekanak-kanakan mereka tidak akan lama, ia akan menjadi kenangan. Bermainlah bersama mereka, tertawalah bersama mereka, becandalah bersama mereka. Jadilah anak kecil saat bersama mereka, ajarkan mereka dengan cara yang menyenangkan sambil bermain.
6. Tinggalkan HP sesaat kalau bisa, dan matikan juga TV. Jika ada teman yang menelpon, katakan: “Maaf saaay, saat ini aku sedang sibuk mendampingi anak-anak”. Semua ini tidak menyebabkan jatuhnya wibawamu, atau hilangnya kepribadianmu. Orang yang bijaksana tahu bagaimana cara menyeimbangkan segala sesuatu dan menguasai pendidikan anak.
7. Selain itu, jangan lupa berdoa dan bermohon kepada Allah, agar anak-anak kita menjadi perhiasan yang menyenangkan, baik di dunia maupun di akhirat.
Tausyiah pagi dr Ustdz Farid Ahmad”

stiker-anak-jendral130802b

Coba perhatikan gambar diatas ! perhatikan baik-baik..
sudah paham?

kalo belum coba perhatikan gambar dibawah ini!

jdrl

Sudah, ingat kan! terimakasih kalo sudah ingat Open-mouthed smile

beberapa hari terakhir, dunia maya cukup ramai perbincangan tentang “anak Jendral”, lebih tepatnya seorang Mahasiswa aktif yang mengaku-aku anak jendral sebagai alasan pembenaran untuk masuk /menerobos ke jalur bis transjakarta. saking HOTnya berita ini, sampai-sampai ada yang mensotosop gambar BIS Transjakarta seperti gamabar “1” hehe

topik kita kali ini, sebenarnya tidak jauh dari “anak jendral” namun bukan dari sisi menjelek-jelekkan tindakannya, karna memang tindakannya kan sudah jelek banget.

kita cuma ingin menelisik fenomena bullying yang akhir-akhir ini beberapa kali terjadi di Dunia maya.

oke, biar jelas, dan tidak ada salah persepsi, yuk kita lihat dulu, makanan apasih bullying itu?

Bullying berasal dari kata Bully yang bermakna “ancaman”, bullying adalah sebuah tindakan yang (mengancam) yang biasanya dilakukan pada orang yang lebih lemah.
bullying menurut sumber yang saya baca (http://edukasi.kompasiana.com/2012/03/01/bullying-apaan-tuh-443317.html) ada tiga jenis yakni secara :

  • FISIK

bullying jenis ini dilakukan secara langsung yang meninggalkan luka atau bekas.

  • VERBAL

bullying verbal biasanya dilakukan dengan “kata-kata” seperti mengolok-olok, mencaci, menyindir dll.

  • PSIKOLOGIS

sedangkan Bullying secara psikologis, umumnya tidak dilakukan/lontarkan secara langsung, namun tindakannya secara psikologis tetap berbekas dan menyakitkan, seperti memfitnah, meyebarkan gosip, mempermalukan korban di depan umum, dan menolak (melakukan penolakan)

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

nah, akhir-akhir ini terutama pada kasus “anak jendral” saya merasa telah terjadi Bullying masal, yang terjadi cukup serentak didunia maya, secara tidak sengaja “kita” telah membuly si “anak jedral” melalui kata-kata yang kita tulis, baik itu di media sosial, kolom komentar berita, forum diskusi, sampai status BBM,

kalo anda memperhatikan komentar-komentar di “internet”  jenisnya saya kira lengkap, dari A-Z, yang intinya cuma 1, menyalahkan si “anak jendral”.

saya tidak membela, si “anak jendral”, karna memang, anak SMP pun pasti tau, yang dilakukan “anak jendral” sudah pasti 1000% salah, cuman ketika hampir seluruh “netter” membully “dia” saya rasa, dia pasti amat sangat syok. sangat-sangat syok….
bahkan kalo ngak kuat dengan “sangsi sosial” tersebut bisa saja si “anak” bunuh diri.

beberapa dari kita mungkin tidak merasa telah membully si ”anak jendral”, tapi nyatanya dan ternyata kita telah melakukannya. paling tidak menjadi bagian dari orang yang melakukannya.

di sistem tatanan sosial kita, hal-hal seperti ini, memang terkesan wajar, “menghakimi” seseorang dengan cemoohan dipandang sebagai sebuah respon sosial yang wajar, namun diranah internet dimana semua informasi terekam dengan baik dan cendrung “abadi” hal seperti ini secara psikologis dapat memiliki efek yang berkepanjangan.

”masih ingatkah anda dengan kasus “Ar*el"”, tentu masih, kejadian itu sudah terkubur beberapa tahun yang lalu, dan cendrung dilupakan didunia nyata, namun coba anda tengok ke dunia maya, semua infromasi tentang hal tersebut, tersimpan, dan diarsipkan secara rapi, siap diakses kapan saja.

saya khawatir bullying yang berlebihan di media internet, dapat berdampak terlalu panjang, karena jujur, didunia ini tidak ada yang sempurna, semua manusia punya sisi gelap, dan semua berhak untuk memperbaikinya, jangan sampai sebuah kesalahn yang besar, lalu masa depan seseorang jadi kacau dan GELAP GULITA,

ini memang sisi lain dari internet, dimana seringkali kita lebih mudah mengatakan sesuatu yang “kurang pantas” di media sosial, forum, status BBM” dibanding didunia nyata, karna memang beberapa orang merasa, bahwa apa yang dia katakan di “internet” tidak diketahui banyak orang, atau tidak diketahui oleh objek yang di bully. tapi nyatanya tidak bukan.

saya rasa si “anak jendra” tidak akan berani mengetikkan namanya di Google, karna yang ia dapat hanyalah hal-hal yang membuat psikologinya menjadi tertekan.

 

udah gitu aj.

Stop.
Jangan protes dulu, baca dulu sampai habis baru ente boleh ngoceh he he he

Siapa yang tidak tau alay.
Ayo ngacung!
Alay kadang juga disebut sebagai anak layangan, anak lebay, anak layu, dan masih banyak sebutan lainnya...
Sebenarnya merupakan pendefinisian terhadap sebuah kondisi psikologis yang masih labil.

Yah seperti layangan, kesana kemari mengikuti arah angin.
Anak alay pun cenderung seperti itu, mereka masih suka ikut ikut an, hal hal yang menurut orang dewasa norak atau berlebihan, makanya lahir lah istilah lebay, yang sangat sering digunakan untuk menggambarkan kondisi alay.

Alay umumya menyerang kaum remaja(kayak penyakit aja), yang sedang dalam proses mencari jati diri. Alay sebenarnya bukan lah momok yang menakutkan, sebab menurut pantauan saya, alay hampir dialami oleh semua orang, cuman memang kadar kealayannya berbeda beda.
Anak yang tinggal di keluarga yang lebih bebas mungkin saja bakal mampir mengalami sindrom kealayan yang lebih parah, sedangkan anak yang tinggal di keluarga yang lebih ketat, mungkin saja, tingkat infeksi nya lebih rendah, karena ekspresinya cendrung lebih dibatasi oleh adat atau norma.

Namun sepanjang tindakan kealayan yang dialami masih dalam taraf wajar, saya rasa kondisi alay, tidak perlu terlalu dirisaukan.
Namun jika sudah sampai pada fase yang menjurus hal yang negatif, saya rasa kita sebagai orang yang dituakan wajib mengambil tindakan.

Secara gamblang alay dapat digambarkan sebagai berikut.
Balita>>anak-anak>>remaja>>alay>>dewasa.

Sehingga secara gamblang dapat kita pahami bahwa semua orang dewasa pasti melewati massa alay, hanya saja beberapa mungkin tidak ketahuan, karena tingkat infeksi nya rendah. Hehehe.

Nah lalu mengapa beberapa tahun terakhir, kondisi alay seperti mendunia (gejala nasional)
Menurut pendapat saya hal ini karena, secara nasional kita sedang mengalami penurunan tingkat ketaatan terhadap norma-norma yang berlaku, akibatnya beberapa ekspresi personal yang sebelumnya dianggap tabu, perlahan namun pagi menjelma menjadi sesuatu yang diangap wajar.
Faktor globalisasi, yang menyebabkan terbukanya sarana informasi seperti telepon,sms dan internet, juga membuka peluang lebih besar pada kebebasan berekspresi masyarakat (remaja calon alay) maka tidak salah jika alay awalnya diidentikkan dengan gaya tulisan yang susah dibaca, lalu menyebar ke area lain.

Namun sekali lagi jika tindakan tersebut masih dapat ditolerir oleh ajaran agama yang dianut, saya rasa hal tersebut tidak perlu terlalu dikhawatirkan.
Karena kondisi alay, dengan sendirinya akan sirna seiringnya dengan waktu (kedewasaan yang muncul).

Disadur dari berbagi sumber dan hasil pengamatan serta pengalaman.